Imlek 2025 telah tiba! Tahun baru ini identik dengan tahun Ular Kayu yang diyakini membawa keberuntungan dan tantangan tersendiri bagi setiap shio. Lantas, shio apa saja yang diprediksi akan meraih kesuksesan dan kemakmuran di tahun ini? Dan shio mana yang perlu lebih berhati-hati? Yuk, simak ramalan lengkapnya!
Ular, sebagai simbol kebijaksanaan dan keberuntungan, diyakini akan membawa energi positif di tahun 2025. Elemen kayu yang mendampinginya melambangkan pertumbuhan dan keharmonisan. Kombinasi keduanya menjanjikan tahun yang penuh peluang dan perkembangan.
Ingin merayakan Tahun Baru Imlek dengan cara yang seru dan berkesan? Ajak keluarga dan teman-teman untuk bernyanyi bersama di NAV Karaoke! Dengan koleksi lagu terbaru dan suasana yang nyaman, NAV Karaoke siap menemani momen spesial Anda.
Peringatan Imlek Tahun Ular Kayu ini, NAV Karaoke membagikan angpao berupa e-voucher karaoke dan berbagai hadiah menarik lainnya. Caranya kamu hanya perlu check in di NAV Karaoke periode 26 – 30 Januari 2025 baik reservasi via online atau datang langsung ke outlet.
Bagi kamu yang melakukan reservasi via aplikasi dan melakukan transaksi minimal Rp 250.000 kamu berhak mendapatkan 1x angpao. Dan bagi kamu yang datang langsung ke outlet dan melakukan pembelian minimal Rp 350.000 kamu bisa mendapatkan 1x angpao. Untuk syarat dan ketentuan lebih lengkap hubungi NAV Karaoke via media social atau datang ke outlet langsung.
Promo ini hanya berlaku untuk outlet Jawa-Bali (kecuali outlet Jimbaran). Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Ajak teman an keluargamu untuk merayakan Imlek dengan cara yang berbeda di NAV Karaoke.
Periode promo terbatas! Segera kunjungi cabang NAV Karaoke terdekat atau reservasi online melalui aplikasi NAV Karaoke.
Mari rayakan Imlek dengan penuh suka cita bersama NAV Karaoke!

Informasi lebih lanjut:
Website: https://nav.co.id/
Instagram: [@navkaraoke]
TikTok: [@official.navkaraoke]
Pernah nggak kamu lagi asyik scrolling Instagram, lalu melihat adik kelas angkatan 2000-an sudah pamer foto buku nikah, sementara kamu yang kelahiran 1995 sampai 1998 masih sibuk revisi laporan, mengejar promo tiket pesawat, atau malah masih bingung mau makan siang apa?
Beberapa waktu terakhir, berita tentang harga emas yang terus merangkak naik ramai dibicarakan di mana-mana. Timeline media sosial penuh dengan update harga, antrean di butik emas, sampai obrolan soal "mending beli sekarang atau nanti?". Buat banyak anak muda, situasi ini bisa terasa membingungkan. Di satu sisi ingin ikut investasi, di sisi lain takut salah langkah dan malah bikin keuangan berantakan. Padahal, kenaikan harga emas justru bisa jadi momen yang tepat untuk mulai lebih sadar mengatur finansial, bukan panik.
Hujan seolah tak mau berhenti belakangan ini. Hampir setiap hari langit mendung, jalanan basah, dan beberapa wilayah, termasuk Jakarta, bahkan kembali dilanda banjir. Aktivitas di luar rumah jadi serba terbatas, rencana banyak yang tertunda, dan sebagian dari kita mulai merasa jenuh terjebak di dalam ruangan.
Pernah nggak kamu sadar, makin dewasa justru makin jarang benar-benar bertemu teman? Dulu bisa nongkrong hampir tiap minggu, sekarang sekadar chat "kapan ketemu?" saja sudah terasa sulit. Atau mungkin interaksi kamu dengan sahabat sekarang terbatas pada saling balas Story Instagram atau sekadar ucapan ulang tahun di chat? Pertemanan yang dulu hangat, pelan-pelan terasa menjauh tanpa kita sadari. Fenomena ini sering disebut sebagai Friendship Recession. Seiring bertambahnya usia, prioritas kita bergeser ke karier, pasangan, hingga keluarga. Waktu luang menjadi barang mewah, dan rasa "mager" (malas gerak) setelah bekerja seringkali menang melawan keinginan untuk bersosialisasi.
Belakangan ini, novel Broken String karya Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan. Lewat buku memoar tersebut, Aurelie membagikan perjalanan hidupnya dengan jujur dan berani - bukan dengan teriakan, melainkan melalui tulisan yang tenang dan reflektif. Tanpa mengangkat sensasi, kisah ini mengingatkan kita bahwa kekuatan perempuan tidak selalu hadir dalam bentuk yang keras, tetapi juga dalam keberanian untuk bertahan, mengenali diri, dan memilih untuk pulih. Di luar cerita siapa pun, satu hal menjadi semakin relevan: pentingnya kesadaran dan rasa aman bagi perempuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.