Liburannya sudah usai, tapi kok capeknya mulai berasa ya? Masuk minggu kedua Januari, euforia kembang api sudah berganti dengan tumpukan file di meja kantor atau jadwal kuliah yang mulai padat. Kalau kamu mulai merasa jenuh dan butuh stress release dari rutinitas awal tahun, musik bisa jadi cara tercepat buat "kabur" sejenak.
Akhir tahun selalu datang dengan vibe yang berbeda. Lampu-lampu mulai menghiasi sudut kota, kalender makin tipis, dan undangan kumpul bareng keluarga atau teman mulai berdatangan. Supaya momen Natal dan Tahun Baru terasa lebih hangat dan nggak keteteran, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan dari sekarang. yuk simak panduan "Before the Year Ends" berikut ini agar penutup tahun 2025 kamu berjalan mulus dan memorable.
Beberapa tahun belakangan, media sosial dipenuhi quotes tentang hustle culture. Kerja keras sampai lupa tidur, grinding 24/7, dan bangga overworked. Semua berlomba jadi 'paling sibuk' untuk mengejar sukses finansial di usia muda. Namun ada pergeseran masif terhadap gen Z sekarang. Generasi yang dikenal digital native ini justru mulai ogah-ogahan dengan hustle culture yang toxic. Mereka memilih "Soft Life Era"-sebuah filosofi hidup yang mengutamakan ketenangan, kesehatan mental, dan well-being di atas segalanya. Soft life bukan berarti malas atau tidak ambisius. Ini adalah perlawanan cerdas terhadap standar sukses yang membuat kita burnout. Kenapa Gen Z ramai-ramai pindah haluan ke soft life? Yuk, kita bedah sudut pandang psikologis dan sosialnya!