Label musik internasional asal Amerika Serikat, 88rising, resmi memperkenalkan girl group asal Indonesia bernama No Na. Label 88rising merupakan perusahaan rekaman yang sudah tidak asing di telinga para pencinta musik. Nama-nama penyanyi Indonesia yang telah global seperti, Rich Brian, Niki, dan Stephanie Poetri, juga berada di bawah naungan perusahaan yang sama.
Pengumuman debut girl group asal Indonesia itu disampaikan melalui akun Instagram resmi 88rising sekaligus mengunggah video perkenalan yang menampilkan keempat member grup tersebut. No Na terdiri dari Baila, Christy, Shaz, dan Esther sebagai anggota resminya. Nama "No Na" pun tampaknya diambil dari kata "nona" atau sebuah panggilan untuk perempuan muda di Indonesia. Setelah video perkenalan yang diunggah pada 29 April dan disusul dengan video perkenalan individu tiap anggota, No Na merilis single dengan judul "Shoot" pada 2 Mei 2025. Single "Shoot" milik No Na ini mendapatkan banyak perhatian dari netizen Indonesia.
Banyak yang berkata bahwa lagu dan video klip "Shoot" benar-benar original dan tidak terlihat seperti ingin mengikuti girl group negara lain, dengan tema video yang menyorot keeksotisan negara tropis. Bahkan No Na membuat video pendek dance dengan latar tempat dan suasana khas kota Jakarta, bikin makin melokal. Setelah ramai diperbincangkan publik, No Na kembali merilis double single dengan judul "Superstitious" dan "Falling in Love" pada 15 Mei. Dengan foto grup yang berlatarkan laut dan bukit, No Na memakai outfit yang keren yang dipadupadankan dengan kain batik. Selain itu, "Superstitious" sendiri ditulis oleh Stephanie Poetri, musisi sekaligus anak dari Titi DJ, bersama dengan pencipta lagu lainnya.
Lewat lagu breakout No Na yang berjudul "Shoot" berhasil menorehkan sejarah sebagai girl group Indonesia pertama yang menembus peringkat tiga besar tangga lagu Spotify Viral 50 Korea Selatan. Prestasi ini menjadi bukti kekuatan dan potensi musisi Indonesia di salah satu pasar musik terbesar dan paling kompetitif di Asia. Lagu "Shoot" ini tidak hanya populer di Korea Selatan saja, tetapi juga berhasil masuk dalam Top 50 lagu Viral Spotify di sembilan negara berbeda seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan dan lainnya.
Berada di bawah naungan 88rising, No Na memulai debut panggungnya pada hari pertama festival Head in the Clouds yang berlangsung di Los Angeles, hari Minggu 31 Mei 2025 lalu. No Na berbagi panggung dengan banyak musisi populer, seperti GDragon, Rich Brian, Bixby, dan lainnya. Dalam aksi panggung yang berlangsung selama 30 menit, No Na membawakan tiga lagu yang telah dirilis, serta dua lagu baru yang belum dirilis secara resmi. Penampilan No Na berhasil menyita perhatian para pencinta musik seluruh dunia, baik yang menonton festival secara langsung maupun lewat siaran langung di kanal Youtube 88rising.
Menurut laporan Billboard yang dirilis pada Jumat, 7 Juni 2025, cikal bakal No Na bermula dari gelaran Head In The Clouds Jakarta pada Desember 2022, festival pertama 88rising di Asia. Di acara itulah, Baila, Shaz, dan Christy pertama kali bertemu dan berkenalan. Shaz dan Christy memiliki latar belakang menari, sementara Baila saat itu tengah menjalani karier solo setelah mengikuti Indonesian Idol Junior. Enam bulan kemudian, Esther, peserta Indonesian Idol musim ke-10 bergabung dan melengkapi formasi. Sejak itu, keempatnya mulai berlatih bersama di Jakarta, mengikuti pelatihan vokal dan koreografi.
Lagu debut mereka, "Shoot", menampilkan harmoni vokal dan sentuhan R&B. Lagu kedua, "superstitious", mengarah ke genre pop. Menurut Billboard, keseimbangan antara dua gaya itu adalah karakter musik no na. Meskipun memiliki latar belakang yang berbeda, mereka punya selera musik yang sama. Musik dari musisi seperti Victoria Monet, FLO, Janet Jackson, dan Diana Ross sebagai inspirasi mereka. No Na juga menaruh perhatian besar pada identitas kebangsaan mereka. Mulai dari pemilihan nama grup, lokasi syuting video musik debut "shoot" yang dilakukan di Indonesia, hingga lirik yang nantinya akan banyak menyisipkan frasa dalam bahasa Indonesia.
Baila Fauri
Nama lengkap: Baila Shaquanda Fauri
Nama panggung: Baila Fauri
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 28 September 2001
Instagram: @bailafauri
Baila sudah terjun di industri musik sejak kecil lewat ajang Indonesian Idol Junior musim pertama pada 2015. Walau tak keluar menjadi juara, Baila masih meneruskan kariernya sebagai solois muda dengan merilis beberapa single, seperti "3 Dots" dan "Eye to Eye". Namanya juga dikenal sebagai influencer.
Christy Gardena
Nama lengkap: Denial Christian Gardena
Nama panggung: Christy
Instagram: @christygardenaa
TikTok: @christygardena
Christy Gardena berasal dari Lombok. Ia diketahui menekuni balet sejak dahulu dan kerap mengkuti berbagai lomba. Ia pun pernah menjadi Juara 3 di International Dance Asia Competition 2019 untuk kategori duo.
Shazfa Adesya
Nama lengkap: Shazfa Adesya Zahra
Nama panggung: Shazfa Adesya
Instagram: @shazfa.adesya
TikTok: @shazfa.adesya
Shazfa merupakan lulusan University for New South Wales (UNSW) Sydney jurusan Media in Public Relations and Advertising. Selain itu, ia hobi menari dan kerap membagikan beberapa video tariannya. Sebelum debut di no na, Shazfa juga aktif menjadi seorang KOL atau influencer.
Esther Geraldine
Nama lengkap: Esther Geraldine Simanjuntak
Nama panggung: Esther
Instagram: @queenetey
Esther sempat bergabung di Indonesian Idol musim 10. Tereliminasi dari ajang tersebut tak mematahkan semangatnya menjadi penyanyi. Esther merilis lagu ciptaannya sendiri berjudul "Rarity" dan sempat berduet dengan Dipha Barus dan Afgan dalam lagu "Keep It Hush".
Keberhasilan No Na bukan hanya tentang musik dan penampilan, tetapi juga tentang kisah inspiratif di baliknya:
No Na adalah bukti nyata bahwa talenta Indonesia memiliki potensi tak terbatas untuk bersinar di panggung dunia. Dengan musik yang inovatif, pesona individu yang kuat, dan kisah inspiratif, mereka tidak hanya menjadi idola baru, tetapi juga duta bangsa yang membanggakan.
Kehadiran mereka telah membuka jalan bagi artis-artis Indonesia lainnya untuk bermimpi lebih besar dan mencapai kancah global. NAV Friends, banyak hal yang bisa kamu pelajari dari No Na. Yuk selalu dukung musisi Indonesia dengan menyanyikan karya-karya mereka di NAV Karaoke!

Informasi lebih lanjut:
Website: https://nav.co.id/
Instagram: [@navkaraoke]
TikTok: [@official.navkaraoke]
Belakangan ini, novel Broken String karya Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan. Lewat buku memoar tersebut, Aurelie membagikan perjalanan hidupnya dengan jujur dan berani - bukan dengan teriakan, melainkan melalui tulisan yang tenang dan reflektif. Tanpa mengangkat sensasi, kisah ini mengingatkan kita bahwa kekuatan perempuan tidak selalu hadir dalam bentuk yang keras, tetapi juga dalam keberanian untuk bertahan, mengenali diri, dan memilih untuk pulih. Di luar cerita siapa pun, satu hal menjadi semakin relevan: pentingnya kesadaran dan rasa aman bagi perempuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Liburannya sudah usai, tapi kok capeknya mulai berasa ya? Masuk minggu kedua Januari, euforia kembang api sudah berganti dengan tumpukan file di meja kantor atau jadwal kuliah yang mulai padat. Kalau kamu mulai merasa jenuh dan butuh stress release dari rutinitas awal tahun, musik bisa jadi cara tercepat buat "kabur" sejenak.
Akhir tahun selalu datang dengan vibe yang berbeda. Lampu-lampu mulai menghiasi sudut kota, kalender makin tipis, dan undangan kumpul bareng keluarga atau teman mulai berdatangan. Supaya momen Natal dan Tahun Baru terasa lebih hangat dan nggak keteteran, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan dari sekarang. yuk simak panduan "Before the Year Ends" berikut ini agar penutup tahun 2025 kamu berjalan mulus dan memorable.
Beberapa tahun belakangan, media sosial dipenuhi quotes tentang hustle culture. Kerja keras sampai lupa tidur, grinding 24/7, dan bangga overworked. Semua berlomba jadi 'paling sibuk' untuk mengejar sukses finansial di usia muda. Namun ada pergeseran masif terhadap gen Z sekarang. Generasi yang dikenal digital native ini justru mulai ogah-ogahan dengan hustle culture yang toxic. Mereka memilih "Soft Life Era"-sebuah filosofi hidup yang mengutamakan ketenangan, kesehatan mental, dan well-being di atas segalanya. Soft life bukan berarti malas atau tidak ambisius. Ini adalah perlawanan cerdas terhadap standar sukses yang membuat kita burnout. Kenapa Gen Z ramai-ramai pindah haluan ke soft life? Yuk, kita bedah sudut pandang psikologis dan sosialnya!
Pernah bertanya-tanya kenapa suara kita terdengar jauh lebih merdu saat bernyanyi di kamar mandi? Atau kenapa kita bisa lebih percaya diri saat menyanyi di ruangan kedap suara seperti di studio karaoke? Jawabannya ternyata ada hubungannya dengan cara suara bekerja, pantulan gelombang suara, dan psikologi manusia - kombinasi yang menarik dan sering tidak kita sadari.