Latest News

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri

07/09/2026
171 pengunjung

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah erupsi terjadi sejak 4 September 2026. Abu vulkanik dari erupsi tersebut kemudian menyebar ke sejumlah wilayah di Jawa, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kondisi ini membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu lebih waspada, terutama karena paparan abu vulkanik dapat memengaruhi kesehatan.

Bagi sebagian orang, abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu biasa. Padahal, partikelnya dapat berukuran sangat kecil dan memiliki karakter yang berbeda dari debu sehari-hari. Jika terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu, abu dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Lalu, apa saja dampaknya dan bagaimana cara melindungi diri?


Abu Vulkanik Bisa Mengganggu Pernapasan

Salah satu dampak yang paling perlu diperhatikan adalah gangguan pada saluran pernapasan. Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan hidung dan tenggorokan terasa teriritasi, batuk, produksi dahak, mengi, rasa berat di dada, hingga sesak napas. Pada orang yang sudah memiliki masalah pernapasan seperti asma atau penyakit paru kronis, paparan abu juga dapat memperburuk kondisi yang sudah ada. Karena itu, ketika udara di sekitar mulai dipenuhi abu, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk tetap beraktivitas di luar rumah. Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi belum membaik.


Jangan Lupa Gunakan Masker

Kalau harus keluar rumah saat abu vulkanik masih menyebar, gunakan masker yang dapat membantu mengurangi paparan partikel abu ke saluran pernapasan. Masker perlu menutup hidung dan mulut dengan baik. Kementerian Kesehatan secara khusus mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan masker dan kacamata jika harus beraktivitas di luar rumah. Selain masker, penggunaan kacamata juga dapat membantu melindungi mata dari abu. Setelah kembali ke rumah, segera bersihkan tubuh dan pakaian yang digunakan selama berada di luar agar partikel abu yang menempel tidak terus terbawa ke dalam rumah.


Mata dan Kulit Juga Perlu Dilindungi

Tidak hanya masuk melalui pernapasan, abu vulkanik juga dapat mengenai mata dan kulit. Mata bisa menjadi merah, perih, berair, gatal, atau terasa seperti kemasukan benda asing. Sementara pada kulit, paparan abu dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan rasa gatal. Jika abu masuk ke mata, jangan langsung menguceknya. Bersihkan dengan air bersih dan jika keluhan berlanjut atau semakin berat, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Menjaga kebersihan tubuh setelah terpapar abu juga penting untuk mengurangi paparan yang menempel pada kulit dan pakaian.


Jangan Langsung Menyapu Abu di Halaman

Abu vulkanik yang menumpuk di halaman rumah memang perlu dibersihkan, tetapi sebaiknya jangan langsung disapu dalam kondisi kering. Gerakan menyapu dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan bercampur dengan udara sehingga lebih mudah terhirup. Sebelum membersihkannya, abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu dengan air agar tidak mudah beterbangan. Setelah itu, abu dapat dikumpulkan secara perlahan menggunakan sekop atau alat yang sesuai. Namun, jangan menggunakan air secara berlebihan karena tumpukan abu yang menjadi terlalu berat dapat menimbulkan masalah, terutama jika berada di atap atau bangunan. Bagian atap juga perlu diperhatikan jika terdapat tumpukan abu yang cukup tebal. Abu vulkanik dapat menambah beban pada atap, sementara permukaannya juga menjadi lebih licin. Jika pembersihan atap berisiko, sebaiknya jangan memaksakan diri dan pertimbangkan meminta bantuan orang yang lebih berpengalaman.


Jaga Kondisi Tubuh

Selain mengurangi paparan, menjaga kondisi tubuh juga tetap penting ketika lingkungan sedang terdampak bencana. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi dan konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, sayur, buah, serta berbagai vitamin dan mineral. Mengonsumsi vitamin atau suplemen juga boleh dilakukan jika memang dibutuhkan, tetapi jangan menganggapnya sebagai perlindungan khusus dari abu vulkanik. Langkah utama tetap membatasi paparan, menggunakan masker, menjaga kebersihan, dan mengikuti informasi kesehatan dari pihak berwenang.


Siapa yang Perlu Lebih Waspada dan Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap paparan abu vulkanik. Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Jika ada anggota keluarga yang termasuk kelompok tersebut, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang terdampak abu. Pastikan juga obat rutin bagi mereka yang memiliki penyakit kronis tetap tersedia dan digunakan sesuai anjuran dokter.

Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Batuk ringan atau mata terasa perih mungkin dapat membaik setelah paparan berkurang, tetapi gejala yang semakin berat sebaiknya tidak diabaikan. Jika mengalami sesak napas, rasa berat di dada, batuk yang semakin parah, atau gangguan pada mata yang tidak membaik, segera cari pertolongan medis. Masyarakat juga disarankan mengikuti informasi dari lembaga resmi seperti Kementerian Kesehatan, BMKG, BNPB, dan PVMBG karena kondisi sebaran abu dapat berubah mengikuti aktivitas gunung dan arah angin.


Tetap Tenang dan Waspada

Erupsi gunung api memang dapat menimbulkan kekhawatiran, terlebih ketika abu vulkanik mulai terlihat di wilayah tempat tinggal. Namun, kepanikan bukan solusi. Yang lebih penting adalah memahami risikonya dan mengetahui langkah sederhana untuk melindungi diri. Mulai dari membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dan pelindung mata, membersihkan abu dengan cara yang tepat, menjaga kondisi tubuh, hingga mengikuti informasi resmi. Dengan kewaspadaan yang tepat, kita dapat mengurangi risiko kesehatan sekaligus tetap tenang menghadapi kondisi yang terjadi.



Informasi lebih lanjut:


Website: https://nav.co.id/

Instagram: [@navkaraoke]

TikTok: [@official.navkaraoke]

News & Event
Pestapora hingga LaLaLa Festival Usai, Ini Lagu-Lagu yang Bisa Bikin Keseruan Konser Berlanjut di Karaoke
12/10/2026

Pestapora hingga LaLaLa Festival menjadi beberapa momen yang ditunggu para pencinta musik untuk menikmati penampilan musisi favorit secara langsung. Mulai dari ikut bernyanyi bersama ribuan penonton, menikmati penampilan di atas panggung, sampai mengabadikan momen bersama teman, pengalaman datang ke festival musik memang punya keseruannya sendiri.

Influenza A Sedang Ramai Dibicarakan, Kenali Gejala dan Cara Menjaga Kesehatan
09/10/2026

Influenza A belakangan kembali ramai dibicarakan setelah Kementerian Kesehatan mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara. Berdasarkan pemantauan hingga minggu ke-38 tahun 2026, aktivitas influenza di Indonesia berada dalam kategori medium. Kemenkes juga menyebut peningkatan yang terjadi pada Agustus hingga September masih sesuai dengan pola musiman yang selama ini terlihat di Indonesia. Meski begitu, kondisi ini bukan berarti masyarakat perlu panik. Justru, meningkatnya perhatian terhadap influenza bisa menjadi pengingat untuk kembali menjaga kebersihan dan kesehatan sehari-hari. Lalu, sebenarnya apa itu influenza A dan bagaimana cara melindungi diri dari penularannya?

Syahrini Comeback di Pestapora 2026, Ini Lagu-Lagunya yang Wajib Masuk Playlist Karaoke
30/09/2026

Setelah sekitar tujuh tahun tidak tampil di panggung off air, Syahrini akhirnya kembali menyapa penggemarnya lewat Pestapora 2026. Penampilannya pada Minggu (27/9) menjadi salah satu momen yang ramai diperbincangkan, apalagi Syahrini langsung membawa sejumlah lagu yang sudah sangat familiar di telinga pendengar musik Indonesia.

Agnez Mo Jadi Sorotan di Reacher Season 4, Ini Lagu-Lagunya yang Wajib Masuk Playlist
18/09/2026

Nama Agnez Mo kembali menjadi perhatian setelah tampil dalam Reacher Season 4. Dalam serial Prime Video tersebut, Agnez Mo memerankan Lila Hoth, salah satu karakter penting yang muncul di musim terbaru. Season 4 sendiri mulai tayang pada Agustus 2026 dan episode terakhirnya baru saja dirilis pada September. Kehadiran Agnez menjadi salah satu hal yang menarik perhatian penonton Indonesia, terutama karena ia kembali menunjukkan kemampuan aktingnya setelah cukup lama tidak mengambil proyek layar.

iPhone Duo, iPhone 18, hingga Galaxy Z Fold8 Sedang Ramai, Tapi Apakah Kita Benar-Benar Perlu Upgrade?
14/09/2026

Dunia gadget kembali ramai. Setelah iPhone Duo dan iPhone 18 diperkenalkan, perhatian terhadap smartphone terbaru kembali meningkat. Di sisi lain, Samsung Galaxy Z Fold8 juga masih menjadi salah satu perangkat yang banyak dibicarakan setelah hadir dengan desain foldable generasi terbarunya. Kehadiran berbagai smartphone baru ini menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi terus membuat kita penasaran dengan pengalaman baru yang ditawarkan. Namun, di tengah banyaknya gadget baru yang bermunculan, pernahkah kita bertanya,apakah kita benar-benar membutuhkan HP baru atau hanya tergoda untuk upgra Sebab, smartphone sekarang bukan lagi sekadar alat untuk menelepon dan berkirim pesan. Gadget sudah menjadi bagian dari hampir setiap aktivitas sehari-hari.