Pernahkah kamu merasa penat dengan rutinitas? Atau ingin melepas stres dengan cara yang seru? Kalau ya, karaoke bisa jadi solusinya! Gak cuma seru-seruan, karaoke juga punya banyak manfaat untuk kesehatan mental dan emosional lho.
Bayangkan kamu dan teman-teman menyanyikan lagu favorit dengan lantang, diiringi musik yang asyik, dan bebas berekspresi. Gak ada beban, gak ada tekanan, yang ada cuma kesenangan dan kebahagiaan. Karaoke adalah cara yang sempurna untuk bersantai, melepas penat, dan membangun kebersamaan.
Menurut para ahli, karaoke gak cuma seru, tapi juga punya banyak manfaat untuk kesehatan mental dan emosional, seperti:
Tunggu apa lagi? Ajak teman-temanmu dan nikmati keseruan karaoke!
Ingat: Karaoke bukan tentang menjadi penyanyi terbaik, tapi tentang bersenang-senang dan menikmati momen bersama orang-orang terkasih.
Yuk, jadikan karaoke sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan bahagia apalagi dengan memanfaatkan promo spesial dari NAV Karaoke Keluarga seperti Senin Serbu!
Yuk manfaatin promo Senin Serbu ini dengan datang langsung ke outlet NAV Karaoke Keluarga (Hanya berlaku di outlet Pontianak, Jawa-Bali, kecuali Jimbaran).

Informasi lebih lanjut:
Website: https://nav.co.id/
Instagram: [@navkaraoke]
TikTok: [@official.navkaraoke]
Hujan seolah tak mau berhenti belakangan ini. Hampir setiap hari langit mendung, jalanan basah, dan beberapa wilayah, termasuk Jakarta, bahkan kembali dilanda banjir. Aktivitas di luar rumah jadi serba terbatas, rencana banyak yang tertunda, dan sebagian dari kita mulai merasa jenuh terjebak di dalam ruangan.
Pernah nggak kamu sadar, makin dewasa justru makin jarang benar-benar bertemu teman? Dulu bisa nongkrong hampir tiap minggu, sekarang sekadar chat "kapan ketemu?" saja sudah terasa sulit. Atau mungkin interaksi kamu dengan sahabat sekarang terbatas pada saling balas Story Instagram atau sekadar ucapan ulang tahun di chat? Pertemanan yang dulu hangat, pelan-pelan terasa menjauh tanpa kita sadari. Fenomena ini sering disebut sebagai Friendship Recession. Seiring bertambahnya usia, prioritas kita bergeser ke karier, pasangan, hingga keluarga. Waktu luang menjadi barang mewah, dan rasa "mager" (malas gerak) setelah bekerja seringkali menang melawan keinginan untuk bersosialisasi.
Belakangan ini, novel Broken String karya Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan. Lewat buku memoar tersebut, Aurelie membagikan perjalanan hidupnya dengan jujur dan berani - bukan dengan teriakan, melainkan melalui tulisan yang tenang dan reflektif. Tanpa mengangkat sensasi, kisah ini mengingatkan kita bahwa kekuatan perempuan tidak selalu hadir dalam bentuk yang keras, tetapi juga dalam keberanian untuk bertahan, mengenali diri, dan memilih untuk pulih. Di luar cerita siapa pun, satu hal menjadi semakin relevan: pentingnya kesadaran dan rasa aman bagi perempuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Liburannya sudah usai, tapi kok capeknya mulai berasa ya? Masuk minggu kedua Januari, euforia kembang api sudah berganti dengan tumpukan file di meja kantor atau jadwal kuliah yang mulai padat. Kalau kamu mulai merasa jenuh dan butuh stress release dari rutinitas awal tahun, musik bisa jadi cara tercepat buat "kabur" sejenak.
Akhir tahun selalu datang dengan vibe yang berbeda. Lampu-lampu mulai menghiasi sudut kota, kalender makin tipis, dan undangan kumpul bareng keluarga atau teman mulai berdatangan. Supaya momen Natal dan Tahun Baru terasa lebih hangat dan nggak keteteran, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan dari sekarang. yuk simak panduan "Before the Year Ends" berikut ini agar penutup tahun 2025 kamu berjalan mulus dan memorable.