Momen Ramadan dan Lebaran memang identik dengan lantunan musik religi yang menyejukkan hati. Di Indonesia, ada banyak penyanyi religi dengan suara merdu dan lirik yang penuh makna, yang karyanya selalu dinantikan. NAV Karaoke pun turut menghadirkan update lagu-lagu religi terbaru, agar momen berkumpul bersama keluarga semakin syahdu dan berkesan.
Siapa yang tak kenal dengan Opick? Penyanyi religi senior ini selalu hadir dengan lagu-lagu yang menyentuh hati. Dengan lirik yang puitis dan suara yang khas, lagu-lagu Opick selalu menjadi favorit di bulan Ramadan dan Lebaran.
Lagu-lagu seperti "Tombo Ati", "Rapuh" dan "Khusnul Khotimah" selalu menjadi hits yang tak lekang oleh waktu.
Grup musik yang digawangi oleh Nissa Sabyan ini berhasil mempopulerkan musik gambus di kalangan anak muda. Dengan aransemen musik yang modern dan suara Nissa yang merdu, lagu-lagu Sabyan Gambus selalu dinantikan.
Lagu-lagu seperti "Ya Habibal Qolbi", "Deen Assalam" dan "Aisyah Istri Rasulullah" berhasil meraih popularitas yang tinggi.
Haddad Alwi adalah salah satu penyanyi religi senior yang dikenal dengan lagu-lagunya yang penuh dengan pesan-pesan positif. Kolaborasinya dengan penyanyi cilik Sulis pada masa lalu, menciptakan lagu lagu yang sangat populer di kalangan masyarakat indonesia.
Lagu-lagu seperti "Cinta Rasul", "Ya Thoybah" dan "Rindu Muhammadku", selalu menjadi music tema pada momen Ramadan maupun Lebaran.
Grup band Ungu pun tak ketinggalan dalam meramaikan dunia musik religi. Dengan vokalis Pasha yang memiliki suara khas, lagu-lagu religi dari Ungu selalu dinantikan oleh para penggemarnya.
Lagu-lagu seperti "Dengan Nafasmu" dan juga "SurgaMu" sangatlah populer pada saat bulan Ramadhan.
Mari jadikan momen Ramadan dan Lebaran tahun ini semakin berkesan dengan bernyanyi bersama keluarga di NAV Karaoke. Lantunan lagu-lagu religi yang syahdu akan membuat hati semakin teduh dan damai.

Informasi lebih lanjut:
Website: https://nav.co.id/
Instagram: [@navkaraoke]
TikTok: [@official.navkaraoke]
Liburannya sudah usai, tapi kok capeknya mulai berasa ya? Masuk minggu kedua Januari, euforia kembang api sudah berganti dengan tumpukan file di meja kantor atau jadwal kuliah yang mulai padat. Kalau kamu mulai merasa jenuh dan butuh stress release dari rutinitas awal tahun, musik bisa jadi cara tercepat buat "kabur" sejenak.
Akhir tahun selalu datang dengan vibe yang berbeda. Lampu-lampu mulai menghiasi sudut kota, kalender makin tipis, dan undangan kumpul bareng keluarga atau teman mulai berdatangan. Supaya momen Natal dan Tahun Baru terasa lebih hangat dan nggak keteteran, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan dari sekarang. yuk simak panduan "Before the Year Ends" berikut ini agar penutup tahun 2025 kamu berjalan mulus dan memorable.
Beberapa tahun belakangan, media sosial dipenuhi quotes tentang hustle culture. Kerja keras sampai lupa tidur, grinding 24/7, dan bangga overworked. Semua berlomba jadi 'paling sibuk' untuk mengejar sukses finansial di usia muda. Namun ada pergeseran masif terhadap gen Z sekarang. Generasi yang dikenal digital native ini justru mulai ogah-ogahan dengan hustle culture yang toxic. Mereka memilih "Soft Life Era"-sebuah filosofi hidup yang mengutamakan ketenangan, kesehatan mental, dan well-being di atas segalanya. Soft life bukan berarti malas atau tidak ambisius. Ini adalah perlawanan cerdas terhadap standar sukses yang membuat kita burnout. Kenapa Gen Z ramai-ramai pindah haluan ke soft life? Yuk, kita bedah sudut pandang psikologis dan sosialnya!
Pernah bertanya-tanya kenapa suara kita terdengar jauh lebih merdu saat bernyanyi di kamar mandi? Atau kenapa kita bisa lebih percaya diri saat menyanyi di ruangan kedap suara seperti di studio karaoke? Jawabannya ternyata ada hubungannya dengan cara suara bekerja, pantulan gelombang suara, dan psikologi manusia - kombinasi yang menarik dan sering tidak kita sadari.
Beberapa tahun terakhir, fenomena brand community semakin berkembang di Indonesia. Mulai dari brand kecantikan, fashion, hingga lifestyle, semuanya berlomba membangun ruang bagi para penggemarnya untuk saling terhubung, berbagi minat, dan berkreasi bersama. Masyarakat pun kini lebih suka berada dalam komunitas-tempat di mana mereka bisa merasa diterima, punya circle baru, dan ikut terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan.